Kegelisahan Di Atas Kejahiliyahan, Melahirkan Karya Besar

  • 2 min read
  • Jan 07, 2022

Sebuah tema besar yang dibahas ketika kuliah umum pertama kali di Akademi Guru Al – Fatih.

Miris… Itulah satu kata yang bisa menggambarkan kondisi bumi kali ini.

Manusia seperti kembali ke masa kejahiliyahannya, yang jauh dari Al – Qur’an dan As sunnah sebagai pedoman hidup.

Imam Malik pernah berkata dalam salah satu kitab beliau :

لَا يُصْلِحُ آخِرَ هذِهِ الأُمَّةِ إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا

“Tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat ini, kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya”

Dr. Yusuf :

“Pendidikan dengan segala kesulitannya, merupakan salah satu jalan merubah masyarakat”

Tidak ada jalan lain yang bisa Kita lakukan untuk memperbaiki umat ini, selain dengan mengikuti umat dahulu diperbaiki.

Ar Rasul Al Mu’allim

Nabi Muhammad ﷺ merupakan seorang guru, yang beliau hasilkan adalah SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas, bukan hanya sekedar fisik / bangunan.

Bahkan hasil dari didikan Nabi Muhammad ﷺ, beliau menghasilkan 120.000 sahabat.

10.000 Sahabat dimakamkan di mekah, sisanya sebanyak 110.000 sahabat menyebar keseluruh dunia untuk mensyiarkan agama islam.

Rosulullah ﷺ juga pernah mengalami kegelisahan ketika melihat keadaan sekitarnya yang rusak, ada beberapa hal yang Rasulullah ﷺ lakukan ketika mengalami kegelisahan atas kondisi masyarakatnya :

  • Tahannuts di gua hira yang jaraknya sekitar 7KM
  • Ibadah (Memperbaiki sujud / hubungan dengan Allaah Ta’ala)
  • Taffaqur (Menganalisa)

Bagaimana Cara Memperbaiki

Pedoman hidup Kita Al – Qur’an dan As Sunnah, semua solusi sudah ada didalamnya. Termasuk bagaimana cara memperbaiki umat ini.

Untuk memperbaiki umat ini, Ulama membagi Al – Qur’an menjadi 3 bagian menurut objek / sasaran.

  1. 38 Surah : Memperbaiki diri
  2. 38 Surah : Memperbaiki Keluarga & Masyarakat
  3. 38 Surah : Memperbaiki Negara

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki umat ini adalah dengan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu.

Karena sangat mustahil memperbaiki orang lain, sedangkan diri sendiri belum diperbaiki.

Yang dirubah dari diri sendiri adalah terkait hati, membersihkan hati dari perkara – perkara yang kotor maupun syubhat dan juga menguatkan jiwa.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam surah Al Jumuah.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata

QS. Al Jumuah : 2

Bagaimana hal yang dilakukan oleh rosulullah ﷺ adalah mensucikan para sahabatnya terlebih dahulu, sebelum mengajarkan syariat agama yang lain.

Hal inilah yang harus Kita jadikan pedoman dalam memperbaiki umat, yakni dengan mensucikan dirinya terlebih dahulu.

Setelah memperbaiki diri, maka langkah selanjutnya memperbaiki keluarga dan masyarakat, kemudian Negara. Itulah tahapan dalam memperbaiki umat ini menurut Al – Quran.

Perbaikan Dari Akar

Perbaikan umat ini harus dimulai dari akarnya, yakni pendidikan.

Pendidikan hari ini yang jauh dari pedoman Al – Qur’an dan As Sunnah, bahkan kurikulum hari ini mengikuti metode pendidikan orang – orang kafir.

Padahal Kita ini umat islam yang mempunyai Al Quran sebagai pedoman hidup, tapi masalah konsep pendidikan saja masih mengikuti orang kafir, sehingga tidak heran jika hasilnya generasi kali ini rusak.

Perbaikan pendidikan itu harus dari akar, dengan menggunakan Al Quran dan As Sunnah sebagai pedomannya.

Bahkan ulama membagi pendidikan menjadi 3, untuk memperbaiki umat ini :

  • Kurikulum : Menggunakan kurikulum Rasulullah ﷺ (Surah Al Alaq ayat 1 – 4, Surah Al Jumuah Ayat 2)
  • Pendidik : Surah Al Ahzab ayat 21 (Guru terbaik menghasilkan generasi terbaik)
  • Santri : Surah Ali Imron ayat 110 (Kurikulum istimewa, santri istimewa)

Dari sini bisa Kita lihat, bahwa perbaikan umat ini harus dari akarnya dan mengikuti petunjuknya yang sudah terbukti menciptakan orang – orang hebat.

Pendidik itu bukan hanya mentransfer ilmu, akan tetapi juga ruh.

Sehingga tidak seperti mayat berjalan, yang tidak memiliki manfaat apapun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *