Alasan Saya Memilih Menjadi Santri Terlebih Dahulu, Sebelum Kembali Kuliah

By

Artikel kali ini Saya akan share seputar pengalaman penulis, mengapa memilih menjadi santri terlebih dahulu sebelum menjadi mahasiswa.

Ok.. bagi yang belum mengenal Saya, anda bisa membaca terlebih dahulu sekilas tentang Aditya Rizal Gustiawan, atau disini.

Perlu diketahui juga bahwa Saya pernah menempuh kuliah selama 4 Semester sebelum memustukan untuk cuti. Apabila Saya melanjutkan kuliah seharusnya hari ini sudah semester 6 dan tahun 2020 sudah wisuda.

Akan tetapi takdir berkata lain, Saya harus melakukan beberapa petualangan terlebih dahulu sebelum menjadi seorang sarjana.

Tahun pertama cuti dikarenakan Saya bekerja terlebih dahulu dan tahun ini melanjutkan cuti yang kedua untuk menimba ilmu terlebih dahulu menjadi Santri Digital di Pesantren Yadul Ulya.

Perlu diketahui juga bahwa Santri Digital merupakan program beasiswa dari Pesantren Yadul Ulya yang bertujuan membentuk para pengusaha digital (Internet Marketing)

Alasan Memilih Pesantren

Jika dibandingkan memilih kuliah atau pesantren, jawaban Saya saat ini adalah menjadi Santri di pesantren karena sudah pernah menjadi Mahasiswa.

Banyak sekali manfaat yang Saya peroleh saat ini ketika menikmati dunia Pesantren untuk pertama kalinya.

Tujuan utama Saya memilih menjadi Santri Digital di Pesantren Yadul Ulya adalah untuk memperdalami ilmu agama, karena sebelum masuk ke pesantren Saya pernah mencari recehan dollar didunia internet seperti yang pernah di bahas pada artikel ini.

Saya belajar Digital Marketing secara otodidak dari mulai membangun website melalui blogger hingga beralih migrasi ke hosting. Semuanya dilakukan sendiri dengan hanya membaca panduan dari Google tanpa pernah mengikuti kursus.

Sehingga menjadi Santri Digital Marketing sangat cocok dengan keseharian Saya yang suka bereksperimen di dunia internet, itulah alasan Saya mengapa memilih menjadi Santri.

Padahal 1 hari sebelum diberi tahu oleh pihak Pesantren Yadul Ulya bahwa Saya diterima menjadi Santri. Saya sempat datang terlebih dahulu ke salah satu universitas untuk menyelesaikan administrasi kuliah.

Akan tetapi di hari itu juga Saya tidak ketemu dengan Bagian Akademik karena sedang ada kesibukan, sehingga belum sempat membereskan semuanya hanya baru kebagian keuangan.

Keseharian Menjadi Santri di Pesantren Digital Yadul Ulya

Dari mulai solat subuh hingga jam 08.00 malam, semua terisi kegiatan – kegiatan yang bermanfaat.

Bahkan jika ada waktu yang senggang, Saya dan rekan – rekan Santri Digital memanfaatkannya dengan membuat Video baik untuk edukasi atau hanya sekedar mengisi kekosongan waktu.

Seperti salah satu video dibawah ini yang dibuat dengan secara mendadak tanpa membuat skrip khusus dan di rekam hanya menggunakan kamera HP.

Tujuan dari pembuatan video di atas adalah selain mengigatkan kepada orang lain khususnya diri sendiri, bahwa sesibuk apapun pekerjaan kita apabila Adzan memanggil maka bersegeralah sholat.

Selain itu setiap selesai sholat subuh hingga jam 6.30 diisi dengan belajar tahsin dan dimalam hari diisi dengan menghafal al-quran menggunakan metode Kaunny.

Lingkungan Pesantren Yadul Ulya

Di pesantren yadul ulya bukan hanya untuk Santri Digital Marketing, akan tetapi ada lagi untuk tingkat SD yakni Kuttab Yadul Ulya dan tingkat SMP yaitu Madrasah Yadul Ulya.

Hampir sebagian besar santri dari madrasah melakukan mondok di pesantren, karena selain untuk belajar tentang agama juga dilatih tentang kemandirian.

Di pesantren Yadul Ulya santri lebih mengutamakan

Menghafal Al-Quran menggunakan metode kaunny

Disini Saya hanya akan membagikan sekilas tentang pengalaman ketika belajar menghafal al-quran menggunakan metode Kaunny.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa mencari info seputar tentang metode kaunny melalui google atau youtube, karena disini Saya baru belajar selama 11 hari sehingga belum bisa menjelaskannya secara rinci.

Akan tetapi menghafal menggunakan metode kaunny terbilang mudah untuk pemula, bahkan santri – santri kecil disini juga banyak yang hafal beberapa surah menggunakan metode kaunny.

Petualangan Baru Di Pesantren

Menjadi santri di Yadul Ulya merupakan sebuah petualangan baru bagi Saya, karena untuk pertama kalinya merasakan menjadi santri yang mondok di pesantren.

Karena pada sebelum – sebelumnya hanya bersekolah biasa, bahkan pada saat masa kuliah yang pergi ke kampus lalu pulang. Tapi untuk kali ini berbeda, tidak bisa pulang setiap hari, tetapi Saya menikmati itu untuk mencari sebuah ilmu.

Petualangan ini akan Saya jalani selama 1 tahun kedepan, sebelum nantinya melanjutkan kuliah kembali.

Pentingnya Kuliah

Kuliah itu penting akan tetapi belajar ilmu agama sangatlah penting, karena tanpa ilmu agama hidup kita akan terasa gelap.

Dengan berkembang pesatnya teknologi maka harus diimbangi dengan ilmu pengetahuan, kuliah meruapakan salah satu cara untuk mengimbangi perkembangan teknologi.

Maka dari itu perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan agama, supaya tidak tersesat arah.

Karena di jaman sekarang banyak sekali bermunculan bisnis – bisnis digital baru yang belum terperinciankan secara jelas halal dan haramnya.

Seperti contoh Bank Syariah, masih banyak yang mengatakan bahwa bank syariah itu haram karena masih ada ribanya.

Memang tak bisa dipungkiri, bahwa sekelas bank syariah di indonesiapun masih terdapat riba karena suku bunga.

Akan tetapi bank syariah di indonesia sedang bertraformasi dari bank konvensial ke syariah yang murni, oleh sebab itu perlu dukungan dari masyarakat indonesia terutama umat islam untuk memajukan bank syariah.

Maka dari itu perlu sosok – sosok Ustadz yang ahli agama akan tetapi mengerti dengan perkembangan ilmu ekonomi, sehingga bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk bisa berhijrah dari bank konvensional ke syariah. Sehingga tujuan Bank Syariah 100% bisa tercapai tanpa ada sedikitpun riba.

Saya sangat berharap sekali, suatu saat nanti akan tercipta ahli – ahli ekonomi yang berasal dari lulusan pesantren sehingga bisa mengaplikasikan perekonomian indonesia yang berpedoman pada al-quran, tanpa terkontaminasi oleh kepentingan politik dan sebagainya.

 

 

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: